Tuesday, June 1, 2010

the illegal country

Yeah I just got back from my vacation in Penang with Mel and Anith, but let's put that aside first. As I was searching on updates on Malaysia's humanitarian aid convoy which is currently on its way to Gaza on a Turkish ship, Mavi Marmara, along with their counterparts from other countries nd that includes Israeli allies - America and Europe. The Israeli forces attacked the ship which resulted in the death of at least 19 people and left more than 50 others injured. Na'uzubillah! Indeed, the do'a is a great weapon of Muslims, I urge every one of you to send prayers and do solat hajat for the safety and victory of every single soul fighting for beloved Palestinians.


"Jangan kamu memberatkan-beratkan perjalanan kecuali kepada tiga Masjid ; Masjidul Haram, masjidku ini dan Masjidul Aqsa.” - HR Bukhari, Muslim Dan Abu Daud


Al-Aqsa is our responsibilities as Muslims. It's not the Palestinians' alone. Send your prayers for them I beg you. Boycott Israeli products (or any product supporting the illegal 'nation'). Even non-Muslims (although it was a small gesture, but the fact that my Buddhist friend, Foo 'liking' this Facebook page that condemned the incident above moved me a lot) should disagree and condemn Israel. This damned race had illegally built their so-called country on the lands that have always been rightfully Palestinians' (history is our witness). Israel had never respected any sort of law. Who would openly attack a humanitarian aid convoy? They fired freaking MISSILES! Lailaahaillallah, let us all send our prayers for Palestine. Kita sudah cukup lemah, tidak berupaya nak ke Gaza sendiri, berlawan dengan Israel Laknatullah. Tapi insya Allah kita cukup kuat untuk mendoakan saudara kita. Insya Allah kita cukup kuat untuk memboikot produk Israel dan produk-produk yang menyumbang kepada kewangan syaitan itu. Janganlah kita sibuk berasa bangga membeli barang-barang seperti Starbucks, McDonald, KFC, dan sebagainya, padahal barang-barang itu dilumuri oleh darah saudara kita sendiri. Tak jijikkah kamu? Astaghfirullah, saya sendiri sudah terlampau lama alpa dan melupakan saudara seIslamku. Tapi tidak terlambat untuk kita bertaubat dan kembali bangkit, bukan? Di sini saya lampirkan sekali link ke website JAKIM untuk Do'a Qunut Nazilah, semoga kita semua dihindarkan daripada bencana dan bala.


Saya benar-benar berharap di atas kapal itu ialah diri saya sendiri. Saya benar-benar berharap dapat menjadi oral maxillofacial surgeon. Saya benar-benar berharap untuk ke Palestin sendiri membantu saudaraku dengan tulang empat kerat yang dipinjamkan Allah. Jika ditakdirkan mati syahid di sana, ia hanyalah satu pintu yang membawa saya ke perkara yang jauh lebih indah lagi.

2 comments:

ida said...

SALAM,Zack InsyaALLAH..
mudah2xan azm nk tolg sedara2x kita kt Palestin akn jadi pengubat di kala kita merasai bebannya belajar ni..
InsyaALLAH Zack, doakn kejayaan semua & selmtkn saudara kita.. tq 4 da nice info..

zahirah ardy said...

betul tu, Ida, aku kalau boleh mahu jadi surgeon. kalau jadi surgeon, insya Allah dapat jadi first line dihantar dalam humanitarian aid convoys dan sebab itu aku somehow cemburukan pelajar medic :P tapi takpa, macam kau kata, mudah-mudahan kita dapat sama-sama bantu diorang walaupun bantuan kita tak seberapa. amiiin.